kuliner selanjutnya adalah sarapan pagi. nah karena kita tinggal di Sleeping Lion, maka opsi paling utama adalah ke Restoran Wing Heng Seng. ini memang yang paling terkenal dan memang sudah ada sejak lama tapi berdiri sejak kapan belum ada informasi mengenai hal tersebut.
hal yang unik lainnya sebenarnya sih bukan restoran ya, lebih ke banyak stand-stand yang ada dan mereka menjual banyak sekali macam nya. jujur saja saya kadang juga bingung untuk memilihnya, kami lebih banyak mencoba saja apakah sesuai lidah atau tidak.
oke jadi yang dicoba adalah Ca Sio ada 2 jenis saya jujur tidak tahu namanya, yang saya tahu ini non-halal. yang satu babi panggang , satunya mungkin babi kriuk (saya ga hapal namanya)
lalu ada yang sejenis seperti Chi Chong Fan, menurut saya rasanya unik dan berbeda, bukan berarti tidak enak ya tapi unik rasanya dari tepung beras.

overall menurut saya masuk kok di lidah saya. ada banyak rasa asin, asem tapi bukan tajam begitu.
selama beberapa hari sih memang sarapan di area disini selain karena kemudahan juga karena banyak pilihan makanan.
salah dua nya adalah mie, wonton mie atau mie yang sejenisnya banyak disini tapiiii, saya kurang rekomendasikan di beberapa stand kecualiii yang ini.
disitu ada pilihan di atas wonton mie yang oke punya rasa yang mirip dengan wan tan mie jakarta, begini penampakannya
sayangnya mie ini ditemukan ketika hari terakhir sebelum kami berangkat pulang di sore hari. ini pun ditemukan karena kita sudah kebingungan mau sarapan dimana lagi. hampir tiap hari kami sarapan disini dan mencoba berbagai macam makanan tetapi yang masuk di lidah saya. ya wan tan mie ini, sampai kita pesan 2 lagi bungkus untuk dimakan di pesawat. sayangnya selama beberapa hari itu kita mencoba berbagai macam mie tetapi rasanya hambar, mungkin karena orang sana lidahnya memang tidak terlalu tajam kali ya jadi intensitas dan kedalaman rasa nya tidak terlalu tajam.
btw, ini area dekat banget dari
Sleeping Lion, hanya 1 menit jalan kaki.
No comments:
Post a Comment